News Update :
Home » » Makalah ENTREPRENEURSHIP

Makalah ENTREPRENEURSHIP

Penulis : Budak Jambi on Monday, 24 December 2012 | 02:50

1.Marshall                               (13120145)
2.Timothy                                (13120120)
3.Herdin Zebua                       (13120152)
4.Panji                                     (13120088)
5.Yadi Yono                             (13120131)
6.Muhammad awaludin             (13120149)
7. Rudi Selamat                         (13120053)
Jurusan Teknik Komputer
Akademi Manajemen informatika Dan Komputer Bina Sarana Informatika
Jakarta
2012


KATA PENGANTAR 

Dengan mengucapkan puji dan syukur Kepada Tuhan Yang Maha Kuasa atas segala rahmat dan ridho-Nya sehingga penyusun mampu dalam menyelesaikan makalah ini guna memenuhi tugas mata kuliah Entrepreneurship Kewirausahaan.
Makalah ini membahas tentang proposal pendirian sebuah usaha kecil meliputi aspek-aspek dalam pendirian usaha serta prospek masa depan yang akan dicapai dalam menghadapi persaingan dunia usaha. penyusun mengucapkan terima kasih, terutama kepada :
1. Tuhan YME atas rahmat-Nya sehingga kami dapat menyelesaikan makalah ini dengan baik
2. HENDRASUHENDER Sebagai dosen pembimbing kewirausahaan,
3.  Kepada orang tua dan keluarga serta semua pihak yang  telah  membantu  dalam  penyusunan  makalah  ini.
Akhirnya penyusun berharap makalah ini dapat bermanfaat bagi pembacadan mohon maaf atas kekurangan yang masih terdapat didalamnya, karena penyusun menyadari adanya keterbatasan kemampuan yang dimiliki.
 Makadengan senang hati penyusun akan menerima kritik dan saran pembaca guna perbaikan dalam penyusunan makalah selanjutnya.



Jakarta 3 Desember 2012

Kelompok 6
i
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR.........................................................................................      i
DAFTAR ISI ......................................................................................................     ii
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang ..............................................................................................     1
1.2 Batasan Masalah ............................................................................................     2
1.3 Maksud dan Tujuan ………………………………………….......................     2
BAB II LANDASAN TEORI
A.Wirausaha ……………………………………………………........................     3
      2.1  Pengertian.................................................................................................     3
2.2 Faktor Usaha..................................................................................................     4
2.3 Faktor Pemicu Wirausaha ……………………………………......................     5
B. Konsep Pemasaran ……………………………………………......................     5
2.1.1 Product ………………………………………………………...................     5
2.1.2 Price …………………………………………………………....................     6
2.1.3 Place …………………………………………………………...................     7
2.1.4 Promotion ……………………………………………………...................     7
BAB III PEMBAHASAN
3.1 Identitas Perusahaan …………………………………………......................     8
3.2 Harga/Permodalan Usaha …………………………………………..............     8
3.3 Tinjauan Umum Usaha …………………………………..............................     9
3.4 Analisa S.W.O.T …………………………………………………………….   11
BAB IV PENUTUP
4.1. Kesimpulan ...................................................................................................    12
4.2. Saran  ............................................................................................................   12
FOTO-FOTO........................................................................................................  13
DAFTAR PUSTAKA.............................................................................................   14


ii
BAB I
 PENDAHULUAN

1.1              LATAR BELAKANG MASALAH

 Wirausaha merupakan suatu proses atau cara untuk melakukan suatu usaha yang bertujuan untuk mendapatkan hasil atau keuntungan yang diharapkan dengan cara memproduksi, menjual atau menyewakan suatu produkk barang atau jasa.
 Dalam menjalankan suatu usaha (wirausaha) seorang pelaku usaha harus memiliki :

Ø  . Skill (kemampuan)
 Seorang pelaku usaha harus memiliki skil (kemampuan) untuk berwirausaha karna tanpa skil (kemampuan) seorang pelaku usaha tidak akan mungkin bisa berwirausaha. Jadi skill (kemampuan) adalah modal utama yang harus dimiliki dalam berwirausaha.

Ø  . Tekad (kemauan)
 Apabilaseorang pelaku usaha telah mempunyai skill (kemampuan) tapi tanpa ada tekad (kemauan yang kuat) untuk berwirausaha maka skill (kemampuan) berwirausaha itu akan sia-sia karena tidak dapat tersalurkan. Jadi pada dasarnya skill dan tekad itu harus dimiliki oleh seorang pelaku wirausaha

Ø  . Modal
 Modal merupakan aspek yang sangat menunjag dalam hal memulai dan menjalankan suatu usaha disamping mempunyai skill dan tekad.

Ø  . Target dan Tujuan
 Seorang pelaku usaha apabila ingin menjalankan suatu usaha maka harus bisa menentukan targer dan tujuan pemasarannya. Karena apabila target dan tujuan tidak direncanakan maka usaha yang dijalankan tidak mungkin dapat bertahan lama.

Ø  . Tempat
 Tempat berwirausaha merupakan aspek yang harus dimiliki bila ingin menjalankan wirausaha. Karena tempat juga sangat menunjang dalam hal wirausaha dan bisa menjadikan suatu bahan pertimbangan oleh konsumen mengenai wirausaha yang sedang dijalankan.





1

1.2              BATASAN MASALAH

Agar masalah pembahasan tidak terlalu luas dan lebih terfokus pada masalah dan tujuan dalam hal ini pembuatan makalah ini, maka dengan ini penyusun membatasi masalah hanya pada ruang lingkup tentang kisah awal mulanya berwirausaha sampai mencapai kesuksesan.





1.3 MAKSUD DAN TUJUAN
Sebagai contoh yang bisa ditiru apabila ingin menjalankan suatu usaha
Untuk memenuhi tugas mata kuliah Kewirausahaan












2

BAB II


A.   Wirausaha

2.1 Pengertian
Pengertian dari wirausaha adalah hal-hal yang berhubungan dengan keberanian seseorang dalam menjalankan kegiatan bisnisnya.
Berikut ini digambarkan perkembangan teori dan definisi wirausaha yang asal katanya adalah terjemahan dari entrepreneur. Istilah wirausaha ini bersal dari entrepreneur (bahsa Perancis) yang diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris dengan arti between taker atau go-between.

Sebagai contoh dari pengertian go-between atau perantara yang dimaksudkan dalam istilah bahasa Perancis entrepreneur adalah pada saat Marcopolo yang mencoba merintis dalam jalur pelayaran dagang ke timur jauh.Dia setuju mendatangani kontrak untuk menjual barang dari seorang pengusaha. Kontrak ini memberi pijaman dagang kepada Marcopolo dengan bagian keuntungan sebesar 22,5% termasuk asuransi. Pemilik modal tidak menanggung resiko apa-apa sedangkan si pedagang yang belayar menanggug resiko besar.Pada saat pelayaran tiba di tujuan dan barang dagangan dijual maka si pemilik modal menerima keuntungan lebih dari 75% sedangkan si pedagang menerima keuntungan yang lebih kecil.
Kemudian pada abad pertengahan istilah entrepreneur digunakan untuk menggambarkan seorang aktor sebagai orang yang memimpin proyek produksi. Orang ini tidak menanggung resiko akan tetapi pemimpin proyek menyediakan sumber-sumber yang diperlukan. Bentuk entrepreneur pada abad pertengahan ini berbentuk clerical yaitu orang yang bertanggug jawab dalam pekerjaan arsitek seperti untuk pekerjaan bangunan istana dan sebagainya.
Pada abad ke 17 istilah entrepreneur digambarkan sebagai orang yang melakukan kontrak pekerjaan dengan pemerintah untuk memasok produk tertentu.Kontrak ini memakai harga tetap keuntungan atau kerugian yang di peroleh dari pekerjaan ini adalah merupakan dari kerugian wirausaha.


3
Dalam definisi ini ditekankan bahwa seorang wirausaha adalah orang yang melihat adanya peluang, kemudian menciptakan sebuah organisasi untuk memanfaatkan peluang tersebut.
Pengertian wirausaha disini menekankan pada setiap orang yang memulai sesuatu bisnis yang baru. Sedangkan proses kewirausahaan meliputi semua kegiatan fungsi dan tindakan untuk mengejar dan memanfaatkan peluang dengan menciptakan suatu organisasi.

Dalam beberapa segi pandangan hikayat Amerika, entrepreneur di gambarkan sebagai tokoh pahlawan yang membuka hutan, menaklukkan gunung, membendung sungai menciptakan dam, membangun masyarakat baru, menanjak dari orang yang tiada sampai orang yang ada, kesemuanya itulah yang membentuk bangsa Amerika sebagai bangsa baru.

Dalam kepustakaan bisnis beberapa sarjana Amerika memberi arti entrepreneurship sebagai kegiatan individual atau kelompok yang membuka usaha bari dengan maksud memperoleh keuntungan (laba), memelihara usaha itu dan membesarkannya, dalam bidang produksi atau distribusi barang-barang ekonomi atau jasa.

Meskipun orang dapat memberi arti ‘entrepreneur dan entrepreneurship’ berbeda, namun pendapat Schumpeter pada tahun 1912 masih banyak diikuti berbagai kalangan.
Pandangan berwirausaha, sekarang tampaknya lebih maju dan memasuki sector pemerintahan.Pemerintah mulai menginginkan pengolahan asset Negara secara wirausaha.Para pejabat dengan segala aparatnya harus bertindak sebagai wirausaha, mengelola asset negara.Pemerintah mulai mengurangi subsidi yang makin lama semakin merongrong keuangan Negara.

Wirausaha pemerintah, dibahas panjang lebar oleh David Osborne dan Ted Gaebber (1992) dalam buku yang berjudul Reinventing Government, diterjemahkan “Mewirausahakan Birokrasi”.

2.2 Faktor Usaha

Ø  Adanya persaingan dalam dunia kehidupan.
Ø  Adanya hubungan-hubungan atau relasi-relasi dengan orang lain
Ø  Adanya tim yang dapat diajak bekerjasama dalam berusaha
Ø  Adanya dorongan orang tua untuk membuka usaha
Ø  Adanya sumber-sumber yang biasa dimanfaatkan, misalnya memiliki tabungan, modal, warisan, memiliki bangunan yang lokasi strategis dan sebagainya.
Ø  Mengikuti latihan-latihan atau Incubator bisnis. Sekarang banyak kursus-kursus bisnis dan lembaga manajemen fakultas ekonomi melaksanakan pelatihan Incubator bisnis.
Ø  Kebijakansanaan pemerintah misalnya adanya kemudahan-kemudahan dalam lokasi berusaha ataupun fasilitas kredit, dan bimbingan usaha yang di lakukan oleh Depnaker.
4
2.3 Faktor Pemicu Wirausaha

Event artinya yang memicu atau memaksa seseorang untuk terjun kedunia bisnis adalah :
 Ø  Adanya ketidak puasan terhadap pekerjaan sekarang
 Ø  Adanya pemutusan hubungan kerja (PHK), tidak ada pekerjaan lain
 Ø  Dorongan karena faktor usia
 Ø  Keberanian menanggung resiko
 Ø  Dan komitmen atau minat yang tinggi terhadap bisnis
 Ø  Adanya bantuan family dalam berbagi kemudahan
 Ø  Adanya pengalaman-pengalaman dalam dunia bisnis sebelumnya
 Ø  Adanya komitmen yang tinggi terhadap bisnis

B.               Konsep Pemasaran

2.1.1 Product

Produk dalam usaha tersebut dapat kami simpulakan observasi yang kami lakukan berupa jasa karena usaha tersebut membeli Mainan anak anak dari Distributor untuk di Jual Kembali di pasaran/pasar malam.Selain Itu Juaga kami juga Membeli Bermacam-macam Jenis  barang Mainan anak-anak  tersebut Dengan Harga Yang standar.
Kemudian Kami Menjual Ketempat Tempat Yang ada Keramaian Antara Lain
Pasar Malam ,Tempat Sekolahan Dan Di Tempat yang lain lain.
Images :

5











6
2.1.2 Price

Price dalam bahasa Indonesianya adalah dalam harga tersebut seorang pengusaha  tidak bisa menentukan harga tersebut karena harga tersebut tergantung dari Model Jenis mainan dan kualitas barang yang Kami Beli.Jadi keuntungan yang diperoleh oleh pengusaha tidak pasti karena dia melihat dari kualitas barang yang dihasilkannya dan harga yang tidak pasti.

2.1.3 Place

Place dapat disebut juga tempat dalam tempat usaha tersebut bisa dibilang strategis. Karena usaha tersebut berlokasi Di jalan Dan terutama Pasar malam dan banyak dilalui kendaraan umum. Jadi akses untuk melakukan transaksi jual beli barang tersebut tidak ada kendala hanya saja kondisi tempat usaha tersebut bercampur dengan rumah dan ditempat tersebut tidak menetap melainkan berpindah-pindah. Akan tetapi banyak masyarakat umum tau akan kehadiran usaha tersebut baik lokal maupun dari berbagai daerah

2.1.4 Promotion

Promotion atau promosi dalam usaha ini promosi yang dilakukannya adalah dari mulut kemulut oleh masyarakat sekitar dan sampai menyebar kedalam berbagai daerah khususnya daerah Jakarta Pusat dan sekitarnya. Jadi prmosi pengusaha tersebut hanya mengandalkan dari masyarakat sekitar untuk mempromosikan barang yang dihasilkannya. Dan pengusaha tersebut harus meningkatkan kualitas barang yang dihasilkan dan memenuhi permintaan konsumen.












7
BAB III
 PEMBAHASAN


3.1           Identitas Usaha

Nama Usaha                : Jambi Kids Toys
Jenis Barang                : Beraneka Jenis mainan anak-anak tersedia, mulai dari mainan jenis
                                      sederhana hingga permainan yang di gemari anak-anak                                         
Lokasi Tempat            :tidak menentu dan Berpindah-pindah
                                      Dikarenakan sewa Tempat Perhari.Di Daerah sejakarta
                                     (terutama Jakarta pusat)
          
3.2    Harga/Permodalan Usaha

Harga yang dipatok dalam usaha ini tidak pasti karena barang tersebut melihat dari kualitas barang yang di Beli Dari Distributor.Dikarenakan barang yang dihasilkan  tersebut adalah suatu barang yang menjadi kebutuhan pokok masyarakat umum. Terbatasnya barang ini membuat harga akan menjadi naik.
Adapun perhitungan  rugi  laba pada Usaha “Jenis Jenis Mainan Anak-anak” dalam satu  bulan produksi adalah sebagai berikut:


Total   Modal Usaha                                      =  Rp 875.000
Modal Per Orang                                           =  Rp 125.000
Pengeluaran :
Tempat Sewa Usaha Perhari                          =  Rp 25.000
Total Perbulan                                                 = Rp 750.000
Laba Bersih Perbulan:
Pendapatan perhari                                        = Rp.90.000
Pendapatan perbulan                                     = Rp.4.800.000
Total Pengeluaran                                          = Rp 750.000
Jumlah Pendapatan Bersih                            = Rp 486.000

8
3.3 Tinjauan Umum Usaha
Sebelumnya Usaha ini berdiri disebuah pinggir jalan(pasar malam).Setelah beberapa bulan berdiri dan sudah mempunyai beberapa pelanggan setia dan Usaha Kecil kami dari kelompok 6 ini berpindah tempat di setiap kami mau berdagang/tidak menetap. Modal awal yang dikeluarkan untuk usaha ini untuk membeli jenis-jenis barang dan perlengkapan lainnya sekitar Rp. 750.000,-

Pertama kali Berjualan mempromosikan jenis-jenis dagangan kami dengan cara memberikan ½ bentuk/jenis mainan anak-anak tersebut ketetangga-tetangga sekitar kost agar Bisa di beli buat anak-anak tetangga.Dan mulai dari situlah usaha kami jualan mainan buat hiburan anak-anak yang di bawah umur ini banyak yang tahu.Mulai dari memberikan sampel kepada tetangga terdekatnya usaha ini mulai di kenal dari orang ke orang sampai kini usaha ini di kenal di luar komplek.

Kerugian mendirikan usaha seperti ini hanyalah karena Faktor Cuaca Seperti Hujan,Karna itu sangat mempengaruhi Hasil dari pendapatan usaha kami.













9

   3.4             Analisa

ü  STRENGTH (KEKUATAN)
Kekuatan dari usaha ini adalah banyaknya pelanggan yang ingin Memesan/membeli Barang Dagangan, selain itu juga cuaca yang bagus Sangat Mempengaruhi Buat Usaha Kami Dari Kelompok 6

ü  WEAKNESS (KELEMAHAN)
Kelemahan dari usaha ini adalah kurangnya tempat untuk proses produksi juga terkadang kelemahan datng dari faktor cuaca , dimana permasalahan yang sering dihadapi para Pedagang dan para pengusaha lain lain nya

ü  OPPORTUNITIES (KESEMPATAN)
Peluang untuk perkembangan usaha ini Belum cukup besar, karena dilihat dari pertama,Penjualan Mainan anak anak yang kami kerjakan  sudah Banyak. Dan Usaha kami dari yang hanya modal seadanya, tempat juga masih menyewa,Dan Berpindah Pindah Ke Tempat Lokasi Di mana tempat yang ada Keramaian.

ü  THREANTS (ANCAMAN)
Dalam dunia bisnis tentunya setiap perusahaan tidak akan dapat terlepas dari adanya persaingan/ancaman usaha.





10
BAB IV PENUTUP

4.1  KESIMPULAN

            Jadi Kami Dari Kelompok 6 adalah  pemilik Dari Usaha Dagang Kecil-Kecilan. Walaupun Kami Masih Merintis dari Dasar, selalu berusaha dan berdoa. Dengan sikap yang ramah terhadap semua orang, penampilan yang sederhana.
Jadi intinya kita jangan pernah memandang seseorang hanya dari penampilan luarnya saja karena penampilan itu bisa menipu selain itu juga kita tidak boleh menyerah apalagi putus asa dalam melakukan usaha apa pun Karena semua yang kita lakukan pasti ada jalannya. Mamang kegagalan merupakan cambuk untuk sebuah kesuksesan tapi dibalik kegagalan itu pasti ada hikmahnya. Ada pepetah bilang “masih banyak jalan menuju roma” kita memang harus selalu optimis dengan semuanya. Dalam segala hal yang kita lakukan pasti ada ujian, cobaan dan tantangannya. Secara tidak disadari itu merupakan musuh yang tidak kita ketahu darimana datangnya, arahnya dan tujuanya tapi itu semua memang harus kita hadapi. Bila kita mampu menghadapinya maka tunggulah kesuksesan telah menunggu. Tapi kita juga jangan lupa berdoa karena dalam suatu hadis dikatakan “kejerlah akhiratmu maka dunia akan mengejarmu”jadi dalam melakukan usaha apapun harus diimbangi dengan keimanan.

4.2 SARAN

Untuk penyempurnaan pembuatan makalah kedepannya, saya mengharapkan adanya saran dari semua pihak baik dosen maupun seluruh mahasiswa yang membaca makalah kewirausahaan ini terhadap kekurangan yang terdapat pada makalah ini.







11


DAFTAR PUSTAKA

-http//budaksingkut.blogspot.com
-modul praktikum bsi




















12
Share this article :
 
Company Info | Contact Us | Privacy policy | Term of use | Widget | Advertise with Us | Site map
Copyright © 2013. . . All Rights Reserved.
Design Template by Rudi Jambi | Support by creating website | Powered by Boedak Jambi